KKR Day 5 with Ps. Gideon Munthe
KKR Hari 5 - Ps. Gideon Munthe
Estimated read time: 1:20
Summary
This message centers on the life-changing power of the Holy Spirit and the Word of God. Ps. Gideon Munthe teaches that darkness, chaos, emptiness, and instability in life are overcome when believers draw near to God, honor spiritual leadership, and receive the fire and power of the Holy Spirit. He emphasizes that the Holy Spirit responds to the Word, transforms believers from the inside out, and gives them authority to live victoriously on earth. The sermon also highlights practical responses to God’s Word: loving it, enjoying it, obeying it, and speaking it. Through humorous storytelling, scripture, and testimony, the message urges listeners to seek baptism in the Holy Spirit, pray with faith, and expect a fresh impartation, healing, and inner renewal.
Highlights
- Ps. Gideon Munthe opens with humor and strong honor toward the local pastor 😄
- He explains that darkness means lack of direction, chaos, and emptiness in life 🌑
- The sermon contrasts the fire of the Holy Spirit with the “fire of hell” as two spiritual outcomes 🔥
- He shares stories of prayer, healing, and unexpected miracles from ministry 🕊️
- The altar call leads listeners into a prayer for salvation, Holy Spirit baptism, and renewal 🙏
Key Takeaways
- The Holy Spirit brings power, change, and victory over darkness 🔥
- God’s Word and the Holy Spirit work together to produce transformation 📖
- Believers are called to love, enjoy, obey, and declare the Word 🗣️
- Drawing near to spiritual covering and supporting leaders matters 🙌
- Speaking in tongues is presented as a God-given response when words run out ✨
Overview
Ps. Gideon Munthe begins with a lively, playful tone, repeatedly honoring the church and its leaders while building anticipation for a message about fire from heaven. He frames the Christian life as one that must not lose spiritual fire, because a believer’s life should be marked by power, not emptiness or confusion.
He then walks through scripture from Genesis, John, Hebrews, Matthew, Acts, and other passages to show that the Holy Spirit is the source of divine power and transformation. The message emphasizes that the Word of God is what the Holy Spirit waits for, and that when the Word is spoken, God’s power moves. He explains four responses to the Word: love it, enjoy it, obey it, and speak it.
In the closing sections, he shares testimonies of healing and personal ministry experiences to illustrate faith in action. He ends with a prayer of salvation, Holy Spirit baptism, and fresh filling, inviting everyone to open their hearts, ask God for help, and receive spiritual renewal and tongues as a sign of divine overflow.
Chapters
- 00:00 - 10:00: Opening Greetings and the Call to Keep Spiritual Fire The speaker opens by warmly greeting the congregation and expressing joy at being with Pastor Gideon Munte, repeatedly praising the church’s pastor as one of the best in the world. He sets an encouraging tone by saying the audience is in the right place and promises to share how to receive God’s fire, teasing that the first key is Elijah’s prayer life and God’s response with fire from heaven.
- 10:00 - 20:00: Life, Darkness, and the Need for Change The message emphasizes that believers must receive the Holy Spirit’s impartation so they can live with power and fulfill God’s original purpose for humanity: to rule on the earth, not be defeated by darkness.
- 20:00 - 30:00: Receiving the Holy Spirit as Power and Inheritance The speaker begins by testifying to personal blessings and victories, using examples of winning a car and emphasizing that believers should not rely on doubt but on faith, prayer, and a “heavenly channel” through giving and worship. He shifts into a humorous, conversational style to encourage the audience that there is life and blessing from God beyond natural expectations.
- 30:00 - 45:00: Love for the Word: Enjoy, Read, Obey, and Speak It The speaker urges believers to love God’s Word the way a person in love eagerly wants to hear from the one they love. That love should lead to enjoying Scripture, not criticizing the preacher or focusing on style, but delighting in the message itself.
- 45:00 - 60:00: The Holy Spirit at Pentecost and the Meaning of Tongues The speaker explains that the Holy Spirit is God’s promised gift that brings transformation, healing, hope, and access to all of God’s promises. He emphasizes that when believers are filled with the Holy Spirit and speak in tongues, they become more open to receiving what God has prepared for them, citing Scripture about the Spirit as a seal and guarantee.
- 60:00 - 72:30: Testimonies of Healing, Provision, and God’s Surprising Work The speaker explains that prayer should not be filled with complaining but with petitions and thanksgiving, drawing on Scripture to show that when believers reach the point where they cannot express what is in their hearts, the Holy Spirit helps them in prayer through inexpressible groanings. He describes this as the purpose of tongues: the Spirit takes over human speech, enabling heaven’s response when words fail and God understands the Spirit’s intent.
- 72:30 - 77:30: Altar Call, Prayer for Baptism in the Holy Spirit, and Closing Ministry The chapter opens with a prayer and declaration focused on Jesus as the miracle worker and the baptizer in the Holy Spirit. The speaker invites listeners to open their hearts, desire God, and receive the Holy Spirit, including speaking in tongues. The atmosphere is worshipful, with repeated praise and a call for a heavenly response as the congregation seeks spiritual fullness.
KKR Hari 5 - Ps. Gideon Munthe Transcription
- Segment 1: 00:00 - 02:30 Dan malam ini malam baik. Yang pertama-tama sekali adalah satu sukacita bagi saya untuk boleh bersama dengan saudara saya, Pendeta Gideon Munte. Dan adalah satu kebanggaan bagi saya untuk boleh bersama-sama dengan sahabat saya, gembala sidang saudara, salah satu yang terbaik di dunia ini. Haleluya. Loh, loh, loh, gimana sih ini anak-anaknya ini semuanya kalau dibilang bapaknya yang paling baik? Sekali lagi, Anda tadi kehilangan kesempatan. Sekali lagi. Amin. Amin. Saya mau berkata bahwa saudara mempunyai salah satu gembala sidang yang paling baik di dunia ini. Begitu dong. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Boleh lebih semangat lagi dong. Saudara diberkati dengan gembala sidang yang sangat baik. Amin. Saudara ada di tempat yang tepat. Amin. Amin. Amin. Saya mau kalau diizinkan Tuhan, besok saya mau bawa kepada saudara bagaimana cara menurunkan api Tuhan. Amin. Amin. Tapi biar saya kasih tahu bocorannya hari ini. Langkah pertama, mau mau mau mau dengarkan. Pada waktu Elia manusia biasa berdoa, tetapi dia punya kekhususan dalam doanya. Doanya bisa menghentikan hujan. Doanya bisa mendatangkan hujan dan yang paling luar biasa doanya mendatangkan api dari surga. Amin. Amin. Amin. Allah kita adalah Allah yang menjawab dengan api. Amin. Amin. Rahasia pertamanya sebelum api itu datang, dia berkata kepada jemaat Tuhan, "Mendekatlah kepadaku." Lalu dikatakan Alkitab, "Maka rakyat itu
- Segment 2: 00:00 - 02:30 pun mendekat kepada hamba Tuhan." Sayang, engkau kritik hamba Tuhan, itu tanda engkau tidak punya api. Tanda pertama daripada orang yang tidak punya api yaitu berbicara hal-hal yang enggak penting. Loh, enggak ada tepuk tangannya untuk Tuhan Yesus. Saya baru memberitahu satu kunci yang luar biasa padamu. Lihat baik-baik. Kalau kata-katamu tidak penting, artinya atau kau sudah mulai kehilangan api. Maka kita enggak boleh kehilangan api. Amin. Karena Alkitab menuliskan peradaban manusia berubah setelah ada api. Amin. Amin. Amin. Nah, besok saya beritahu pada saudara. Tapi yang pertama mendekat pada hamba
- Segment 3: 02:30 - 05:00 Tuhan. Amin. Dekatkan hati dengan hamba Tuhan. Amin. Sokong hamba Tuhan. Nah, kenapa dia perlu disokong? Karena dia enggak sempurna. Amin. Kalau ada hamba Tuhan yang sempurna, dia enggak butuh engkau. Yang setuju katakan amin. Amin. Justru Engkau ada di sini supaya kami-kami ini juga disempurnakan oleh Tuhan. Maka sekali lagi, Anda punya gembala sidang, salah satu yang paling baik di dunia ini. Amin. Bukan karena saya diundang kemari. Bukan. Bukan. Amin. Amin. Saya sudah banyak keliling di seluruh dunia ini, tapi gembala sidang saudara, salah satu memang yang paling baik. Amin. Dua. Kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. 25 tahun lebih kita sama-sama ya, Bro ya. Itu tandanya aja baik. Siapa sini yang sudah menikah lebih daripada 25 tahun? Bagus. Tandanya pasangan saudara baik. Amin. Amin. Kan? Amin. Kalau enggak mana tahan. Siapa tahan? Sebelum aku jumpa dengan kau, hidupku baik. Setelah aku jumpa baik bertambah baik. Ya, cocok itu, Pak. Cocok 100 untuk Bapak nanti [tertawa] minta sama gembala sidang. Haleluya. Tuhan Yesus berkati. Jadi, saya sangat berbahagia ada di sini dan malam ini saya doakan semua pulang dengan kelegaan. Amin. Pulang dengan mukjizat. Amin. Hari ini saya adalah pelayan bagi
- Segment 4: 02:30 - 05:00 saudara. Dan hari ini kita akan doa dengan satu iman bahwa Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa kita. Amin. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Puji Tuhan. Hari ini saya didaulat untuk bawa firman Tuhan. Jadi saya bawa ada banyak firman Tuhan. Tadi saudara ditanya, "Pak, ada powerpoint-nya?" Saya bilang, "Ada." Terlalu banyak powerpoint-nya. Jadi saya harus pilih dulu yang mana. Amin. Sayangnya saya hanya 2 malam di sini, tapi di Jogja nanti saya lima kali ya, Bro ya. Ah, jadi lima kali. Seperti biasanya semua ibadah, semua khotbahnya beda. Saya bukan penginjil. Kalau penginjil dia cuman punya 10 khotbah andalan. Jadi ke mana pun dia pergi 10 itu aja dibawanya. Kalau ada hari yang ke-11, puji Tuhan Pentakosta cuma 10 hari. Kalau ada yang hari ke-11 mati dia, Saudara. [terkesiap] Ya, pasti berkata, "Hari ini saya biarkan Roh Kudus yang berbicara kepada kita semuanya. Saya bukan penginjil. Saya adalah gembala sidang." Amin.
- Segment 5: 05:00 - 07:30 So, saya punya banyak hari ini. Saya punya di hati saya perubahan hidup karena api Roh Kudus. Karena saya tahu semua kita butuh berubah. [menghela napas] Amin. Amin. Amin. Dinosaurus saudara tidak punah bukan karena maaf dinosaurus punah bukan karena dia kurang besar, bukan karena dia kurang kuat, tapi dia punah karena dia menolak untuk berubah. Dia menolak untuk berevolusi. Karena kita semua perlu berubah supaya apa? Bukan supaya mengikuti zaman, tetapi supaya mengikuti maksud Tuhan yang indah dalam hidup saudara, saudara. Saudara saya juga ya Tuhan. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Berapa banyak yang siap? Katakan saya ya Tuhan. Saya ya Tuhan. Baik, saya bawakan perubahan karena api Rohol Kudus. Amin. Saya sudah kasih tadi powerpoint-nya. Mudah-mudahan saya bisa saya lihat 35 menit waktu saya dan itu adalah waktu yang mustahil untuk mengkhotbahkan ini. Walau ada mukjizat pun saya rasa saya kurang punya iman untuk itu. Tapi saya punya iman bahwa kita semua pasti diberkati. Haleluya. Baik. Kita harus jujur. Pada awalnya hamba Tuhan jujur, akhir-akhirnya selalu bohong. Kenapa? Karena dia selalu berkata, "Sebentar lagi saya selesai. Jangan percaya." Haleluya. Haleluya. Haleluya. Saya pernah dengar satu orang, saya enggak tahu benar atau tidak, katanya ada gereja 1 jam saja, tetapi sekarang sudah diubah menjadi gereja 1 jam seteng. Jadi, Saudara agak susah memang kalau betul-betul dia on fire agak susah. Jadi, Saudara kalau
- Segment 6: 05:00 - 07:30 hari ini ada api Roh Kudus kemungkinan kita akan pulang tengah malam. Amin. Amin. Jangan takut tengah malam. Kenapa bencong aja pulang pagi? Masa anak Tuhan kalah sama bencong. Haleluya. Jangan sampai kalah. Kita harus memegang rekord. Haleluya. Amin. Baik. Yohanes 1 ayat 4 sampai 5. Di dalam dia ada hidup. Dia huruf besar. [mendengus] Dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Di dalam Dia, di dalam Tuhan kita ada hidup. Dan hidup itu punya khas. Khasnya apa? Kegelapan tidak menguasainya. Sayang, ada banyak orang yang punya hidup tetapi sesuatu terjadi pada hidupnya, dia kehilangan kehidupan itu. Apa gunanya punya uang? Tapi setelah itu
- Segment 7: 07:30 - 10:00 kita kehilangan uang lagi. Apa gunanya punya hidup tapi setelah itu kita kehilangan kehidupan? Dan inilah sebabnya Tuhan berkata, ada ciri khas dari kehidupan yang diberikan Tuhan tidak sama dengan kehidupan yang diberikan oleh dunia ini. [berdehem] Yaitu apa? Kegelapan tidak bisa menguasainya. Yang mengerti katakan amin yang keras. Amin. Nah, sekarang kita lihat kegelapan itu ada dari mana? Di mana DNA kegelapan? Kejadian 1 ayat 2. Bumi belum berbentuk dan kosong. Gelap gulita menutupi samudra raya dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Di dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan bumi belum berbentuk, masih kacau balau. Samudera yang bergelor yang menutupi segala sesuatu diliputi oleh gelap gulita. Tetapi kuasa Allah bergerak di atas permukaan air. Di situ dikatakan Roh Allah dan kemudian kuasa Allah. Berarti Roh Allah membawa kuasa. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Nah, di sini saya mau terangkan dulu supaya kita mengerti. Kekristenan tidak membawa kuasa. Agama tidak membawa kuasa. Yang membawa kuasa adalah Roh Kudus. Amin. Sekali lagi, Roh Kudus. Amin. Kalau saudara mau lihat jelas jelas di Alkitab dalam Lukas pasal 4, saudara lihat ketika Yesus penuh dengan Roh Kudus, dia dibawa ke padang gurun untuk dicobai. Setelah dia menang, dikatakan di situ Yesus yang penuh dengan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus memberikan kuasa. Itu sebabnya saya nanti kalau ada waktu saya mau terangkan pada saudara. Banyak orang datang dan bertanya, "Kenapa Pak Gideon berkuasa?
- Segment 8: 07:30 - 10:00 bisa menyembuhkan orang sakit. Saya enggak bisa menyembuhkan orang sakit. Tetapi Roh Kudus yang ada dalam saya, Roh Kudus yang terpujilah Tuhan memakai saya, [menghela napas] itulah yang memberkati saudara dengan kesembuhan. Amin. Dan kalau saya bisa dipakai Tuhan, saya sekarang melihat pada orang-orang yang berpotensi luar biasa untuk dipakai Tuhan luar biasa. Amin. Kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Awalnya engkau datang kemari supaya saya doakan saudara. Tapi lebih penting daripada sekedar menerima menerima kesembuhan, menerima kuasa,
- Segment 9: 10:00 - 12:30 Saudara perlu menerima impartasi. Amin. Amin. Amin. Sehingga apa? Tuhan mau jadikan saudara orang yang berkuasa. Amin. Kalau saudara dengar mungkin saya enggak enggak menyarankan sih, tapi kalau ada saudara dengar khotbah saya pada pada hari kenaikan. Tujuan utama Tuhan bagi manusia ialah untuk mengembalikan dia harus berkuasa di bumi ini. Karena tujuan utama Tuhan menciptakan manusia supaya dia berkuasa atas bumi ini. Amin. Amin. Amin. Dan itu sebabnya Tuhan berikan roh kuasanya yaitu Roh Kudus. Malam ini saya berdoa buka hati untuk Roh Kudus supaya saudara pulang dengan kuasa yang tidak bisa dikalahkan oleh kegelapan dunia ini. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Ayat tadi menerangkan ada hal-hal di dunia ini. Nomor satu gelap. Apa itu gelap? Tidak tahu tujuan dan arah kehidupan. Amin. Saya pernah berdoa bagi seorang yang mau bunuh diri tepat setelah dia dapat gelar doktornya. Saya heran dia orang berpendidikan. Dia baru dapat gelar doktor. 6 bulan kemudian dia mau bunuh diri dan dia datang pada saya dan saya tanya, "Kenapa kamu mau bunuh diri?" Dia berkata, "Seumur hidupku, pastor, aku mengejar supaya aku bisa jadi doktor. Nah, sekarang aku sudah S3 doktor. Karena aku enggak tahu lagi mau buat apa. Hidupku rasanya sia-sia." Saya katakan sama dia, "Kejar lagi es yang lain. Samsung aja sudah S24. [tertawa] Kamu baru S3 sudah mau bunuh diri. Nah, Saudara yang kekasih dalam nama Yesus, apa yang mau saya katakan? Kehilangan tujuan hidup gelap. Ada orang yang berpikir kalau aku nikah bahagia.
- Segment 10: 10:00 - 12:30 [tertawa] Baca Alkitabmu. Orang yang menikah mendatangkan kesusahan pada dirinya sendiri. Entah kenapa kalian masih mau menikah. Ada lagi yang maju ke depan, Pak. Doakan supaya saya dapat jodoh tahun ini. Saya pandang wajahnya kamu serius.
- Segment 11: 12:30 - 15:00 Sambil menangis dia berkata, "Serius, Pak Pendeta. Saya katakan tangisanmu akan lebih hebat dari sekarang ini. [menghela napas] Sekarang aja belum menikah kamu sudah menangis. Bagaimana nanti kalau kau menikah?" Dan itu sebabnya Tuhan tidak kasih jodoh sama kau. Karena belum nikah pun kau sudah rapuh seperti ini. Menikah hanya untuk orang yang berani. Amin. Terutama laki-laki bukan berani karena benar. Bukan. Tapi berani disalahkan. [tertawa] Haleluya, Bapak-bapak. Amin. Amin. Haleluya. Jadi, makanya ada orang yang gelap di dunia ini kehilangan tujuan hidup. Ini saya begini-begini terus bahaya. Enggak siap-siap nanti kita ini. Let's go. Baik. Yang sukacita katakan amin. Amin. Tidak karena gelap, tidak tahu ke mana melangkah, selalu merasa ada ancaman. Tahukah saudara bahwa 80% daripada yang kau khawatirkan tidak pernah eksis? Jadi kenapa kok khawatir? Ada jawabannya mau dengar mau. Karena bodoh. [tertawa] Jelas sebenarnya enggak kayak gitu. Kasar sekali lah ya. Secara alkitabiyah dikatakan karena tertipu. Tapi balik lagi siapa yang bisa ditipu? orang bo bodoh. So, get smart. Pintarlah, bijaksanalah. Amin. Amin. Nah, yang kedua apa yang ada di dunia? Kekacauan. Ah, ini dia kacau dalam hati. Siapa yang kacau hati? Jangan angkat tangan. Jangan. Nanti kami tahu. Enggak apa-apa ya. Simpan saja dalam hatimu. Nanti pulang kiranya sudah tertata oleh Roh Kudus. Amin. Amin. Kacau dalam rumah tangga, kacau dalam keluarga, kacau dalam pekerjaan, kacau
- Segment 12: 12:30 - 15:00 dalam keuangan. Ada kosong tadi dikatakan terasa hampa dalam hati, tidak pernah puas. Cari-cari damai. Wah, Saudara, sia-sia rasanya semua. Dan itu dirasakan oleh orang yang paling kaya di dunia ini, yaitu Raja Salomo. Pengkhotbah 1 ayat 2 dituliskannya, kesia-siaan belaka. Kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka. Segala sesuatu adalah sia-sia. Dan yang satu lagi
- Segment 13: 15:00 - 17:30 dikatakan DNA yang ada di dunia ini ialah air yang menutupi permukaan bumi. Tidak ada tempat untuk berpijak, tidak ada pegangan kokoh, tidak ada kepastian, semua pasti berubah. Yang baik bisa jadi jahat dan tidak ada yang bisa digantungkan harapan. Tapi ada kabar baik dalam Kejadian 1 ayat 2 dikatakan begini, "Roh Allah sudah melayang-layang di atas permukaan air." Kenapa? Karena dia mau melakukan sesuatu. Kalau pada hari ini ada kegelapan dalam hidupmu, pikiran yang gelap, hati yang gelap, semuanya bingung. Kalau hari ini ada kekosongan dalam hatimu, apapun itu ada kekacauan, saya punya kabar baik. Hari ini Roh Allah sudah ada di sini dan Dia ada di atasmu. Dia siap bekerja. Amin. Nah, sekarang apa yang dinantikan oleh Roh Allah? Kenapa dia tidak langsung bekerja? Yang dinantikannya ialah apa? Dia menantikan supaya ada firman. Amin. Tapi sebelumnya saya mau mengatakan ciri-ciri daripada kehidupan yang diberikan Roh Allah adalah tidak dapat dikalahkan oleh dunia ini. Nah, sekarang kalau memang dia bisa memberikan yang tidak dikalahkan oleh dunia ini, siapa yang memberikannya? Saya engkau tidak bisa membeli roti di toko roti. Walau memang bedanya hanya satu huruf, tapi kalau kau pergi ke toko roti, yang kau dapat bukan roti, kau dapat ampas kayu. [berdehem] Sini enggak tahu apa itu beroti ya, karena semuanya diam. Beroti, Saudara, toko beroti itu kayak panglong kalau Saudara ngerti, tempat alat-alat bangunan. Jadi, kalau dikatakan, "Saudara, aku mau memberikan kehidupan, dia aja pun susah. Bagaimana dia bisa memberikan kehidupan? Yang mengerti katakan amin. Kalau dikatakan seseorang, "Aku mau ngasih uang padamu, tapi kau harus tunggu." Oh, kita katakan, "Baik, aku tunggu." Sampai kapan? Aku tunggu sampai aku punya uang. Dia katakan, sakit jiwa. Dia pun butuh uang. Yang ngerti katakan amin.
- Segment 14: 15:00 - 17:30 Amin. Makanya kemarin saudara saya katakan pada satu orang dia berkata, "Ada satu orang yang berdoa minta doa pada saya. Dia katakan begini, Pak Pendeta, doakan supaya saya dapat duit. Pada waktu dia minta saya doakan itu, saya masih punya hutang." Maka dalam hati saya, "Ngapa aku berdoa
- Segment 15: 17:30 - 20:00 supaya kau dapat duit? Bagus aku berdoa supaya aku dapat duit. [tertawa] Puji Tuhan. Sekarang saya sudah dapat duit banyak. Maka saya bisa berdoa bagimu supaya engkau dapat duit. Saudara tahu rahasianya bagaimana? Saya datang sama orang yang jago berdoa untuk dapat duit. Siapa orangnya? Itu orangnya. Serius. 2018 saya datang ke apartemen mereka. Saya bawa persembahan saya. Betul ya, Bro. Saya berlutut di kaki mereka. Saya katakan, "Bro, aku perlu duit." Ah, banyak orang salah. Dia perlu duit, dia minta. Alkitab berkata, "Beri supaya kepadamu diberi." Makanya jangan kau jadi gila dengan mempar balik jalan Tuhan. Saya begitu percaya pada firman. Orang bilang saya gila. Memang betul. Karena logika Allah beda dengan logikamu. Bagaikan langit dan bumi bedanya. E sekarang lu mau pakai jalur langit atau lu mau pakai jalur bumi? Tadi di bumi sudah saya kasih tahu ada kegelapan. ada kekacauan, makanya enggak dapat-dapat duit. Kalau lo memakai logika bumi itulah yang dapat. Sekarang pakai logika langit. Amin. Amin. Amin. Amin. Nah, datang sama beliau. Oh, dia enggak tahu. Tapi biar saya buka hari ini, Bro. Dia enggak tahu. Dia enggak tahu. Benar. Dia enggak tahu. Tapi saya buka hari ini ketika saya enggak dapat duit, saya bicara sama istri saya, "Berapa lagi duit yang kita punya, Ma?" Lalu dia berkata, "Aku bisa kumpul-kumpul seginilah jumlahnya." N saya katakan, "Kumpulkan semuanya itu. Aku mau bawa ke kaki seseorang." Semua uang saya itu, Bro. Hanya sedikit sisanya yaitu untuk ongkos
- Segment 16: 17:30 - 20:00 pulang. Karena kalau enggak disisakan untuk onkos pulang, saya mesti nginap tempat dia. Yang ngerti katakan amin. Amin. Serius. Seriously.
- Segment 17: 20:00 - 22:30 Amin. Tapi jangan khawatir, malam ini saya mau berdoa, saudara diberkati. Sekarang saya sudah diberkati. [tertawa] Amin. Baru bulan 3 kemarin saya menang satu mobil Denzauh. Haleluya. 826. Dan ini bukan menang pertama saya. Saya selalu menang. Amin. Amin. Amin. Amin. 826.000 kartu yang dicabut saya. Banyak orang ninyir suka hatimu aku kok yang menang. Mau bilang [tertawa] apa? Emangnya lu? Menang apa? Suka hatimu. Bila enggak percaya, makanya percaya. Karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Bukan enggak percaya. Yang enggak percaya enggak dapat apa-apa. Rasai. Amin. Amin. Amin. Amin. Kenapa? Karena didoainya. Haleluya. Makanya saya rasa sayalah satu-satunya hamba Tuhan asal datang kemari bawa persembahan. Ya, Bro ya. Setiap ke keluarga Allah saya berlutut di kaki Pak Obajah bawa persembahan. Kita perlu jalur langit sayang. Amin. Dan saya diwawancarai di Medan, Pak. Apa yang Bapak buat supaya Bapak bisa menang? Mereka berharap saya belanja banyak-banyak, ngumpuli kupon banyak. Saya katakan enggak. Saya pakai jalur langit. Saya bilang enggak ngerti. Dia enggak tahu lagi dia yang jauh kayak mana. Rasai. Sekarang sudah saya beritahu pada saudara, ada kehidupan dari Tuhan. Amin. Gideon Munte tidak akan berdiri seperti
- Segment 18: 20:00 - 22:30 ini kalau dia enggak punya duit di kantongnya. Bro, datang ke Jakarta ya, Bro. Kita keliling keluarga Allah. Saya akan bilang, "Bayar di depan dululah, Bro." Kenapa enggak ada duit? Amin. Amin. Itu di Solo selalu selalu bingung. Pak Gidion Munte enggak pernah mau dibeli tiket. Kenapa mesti beli tiket saya? Saya mau berkorban karena saya tahu di sini banyak berkat. Di sini banyak berkat. Makanya saya datang untuk menabur. Amin. Haleluya. Enggak ada pesan sponsor? Enggak
- Segment 19: 22:30 - 25:00 ada pesan sponsor? Enggak ada ya, Bro ya? Tadi kita enggak cerita tentang itu tadi di dalamnya, Bro ya. Enggak ada. Enggak ada. Dan ini sudah lain arah firman Tuhannya ini. Berarti ada sesuatu yang mau diberikan Tuhan padamu. Manata. Haleluya. [berteriak] Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Oke. Kembali lagi supaya cepat. Yang sukacita katakan amin. Amin. Kan betul saya bilang 18 menit. Mustahil aku bisa menyelesaikannya. Tapi dalam Tuhan ada mukjizat. Haleluya. Let's go. Kita mengalahkan dunia. Kalau yang mengatakan itu dia tidak punya prestasi, jangan percaya. Tapi Yesus berkata dalam Yohanes 16 ayat 33, "Semua ini kukatakan padamu supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia ini kamu menderita penganiayaan. Tapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Di dalam Yohanes pasal 16 ayat 33 tadi dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan, "Di dunia ini kalian akan menderita. Tabahkan hatimu. Aku sudah mengalahkan dunia. Yang mengatakan memberikan kehidupan adalah seorang pemenang. Itu sebabnya Anda bisa lebih daripada pemenang. Ada kehidupan yang tidak bisa dikalahkan oleh dunia ini. Amin. Amin. Dikatakan dalam dunia ini memang kamu akan menderita. Nah, menderita diambil dari bahasa aslinya, bahasa Grika, yaituis. Tlipsis mempunyai lima arti utama. Nomor satu, dalam dunia ini kamu akan menderita, mengalami tekanan, penganiayaan. kesusahan. Tetapi nomor lima artinya ialah apa? Perubahan. Berarti dalam dunia ini memang ada masalah, tetapi masalah itu juga mengobahkan engkau. Dalam dunia ini adais. Pertanyaannya, ke arah mana kau berubah? Amin. Amin. Amin. Satu hari di dekat rumah saya ada orang gantung diri.
- Segment 20: 22:30 - 25:00 Saya tanya, "Siapa yang gantung diri?" [tertawa] tentunya saya enggak bisa bertanya kepada yang gantung diri karena dia sudah terlebih dahulu naik ke atas ya. Dia enggak bisa jawab lagi. Tapi orang-orang saya tanya rupanya seorang tukang becak mana tahu Jakarta ini enggak tahu lagi apa itu becak. Becak itu adalah sejenis kendaraan rodanya tiga. Kalau empat bukan becak. Oke. Nah, dia tukang becak dan dia gantung diri karena tidak bisa bayar hutangnya sejumlah Rp300.000. Kasihan. Coba dia ke keluarga Allah. Tidak begitu nasibnya. Haleluya. Amin. Tapi saya juga pernah nonton satu siaran TV di mana satu konglom berat ditanya,
- Segment 21: 25:00 - 27:30 "Pak, bagaimana dengan hutang Bapak yang 6 triliun itu?" Dia berkata, "6 triliun." [tertawa] 6 triliun. 6 triliun. [berteriak] [tertawa] Katanya yang satu R00.000, yang satu 6 triliun. kepada arah mana engkau diobahkan. Ada orang yang diobahkan jadi pahit, bitter. Ada orang diobahkan jadi kuat. Nah, sekarang kita kadang kala enggak bisa milih, sayang. Itu sebabnya engkau perlu Roh Kudus supaya engkau diobahkan kepada maksud dan tujuan Allah berkuasa di dunia ini. Lebih daripada dunia ini. Come on. Yang semangat. Nah, sekarang balik lagi berarti ada perubahan. Perubahan yang pertama tadi apa yang ditunggu oleh Roh Kudus? Yang ditunggu oleh Roh Kudus adalah firman Tuhan. Nah, dengar baik-baik. Dikatakan saudara bahwa Yohanes 1 ayat 4, dalam Dia ada hidup. Hidup itu adalah terang manusia. Dan Paulus mengatakan hal yang sama di dalam Dia. 2 Korintus 5 ayat 17. Di dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu. Sesungguhnya yang baru sudah datang. Jadi surat Paulus dalam 2 Korintus 5 ayat 17 berkata, "Siapa ada dalam Kristus adalah ciptaan baru yang lama sudah bar sesungguhnya Ia sudah datang." Bagi anak muda, saudara bisa baca buku saya, Gideon pasal 3 ayat 6. Di dalam Kristus engkau adalah ciptaan yang baru. Pacar lama ganti baru. Jadi kalau engkau diputuskan oleh pacarmu, jangan nangis-nangis. Ada yang baru digantikan Tuhan. Percayalah. Ah, itu dia. Itu dia. Jadi saya sudah membawa berkat bagi beberapa orang di sini. Haleluya. Semoga itu menjadi visi bagimu. Haleluya. Jangan nangis-nangis. Enggak usah. Enggak perlu. Kalau ada abang mau berkata, "Kita putus sekarang, katakan AC. Tapi tanya dulu kepadanya, kenapa kita
- Segment 22: 25:00 - 27:30 putus, Bang? Supaya jangan dia suka-suka hati kepadamu. Yang setuju katakan amin. Besok-besok dibilang nyambung lagi. Enak aja. Tanya kenapa, Bang, kalau dikatakannya, "Dek, di Jakarta ini bunga tak sekuntung. Is, kurang ajar kau." Langsung katakan, "Pandang mataku." Kau katakan padanya, "Bang Kumbang pun enggak seekor, Bang." Tenang saja, banyak kumbang dan banyak
- Segment 23: 27:30 - 30:00 kembang di keluarga Allah. Dalam Kristus dia adalah ciptaan yang baru. Dikatakan di dalam Dia berarti apa? Di dalam firman. Yohanes 1 ayat 1 sampai 2 berkata, "Pada mulanya adalah firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah." Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Yang ditunggu Roh Kudus ialah firman. Perhatikan baik-baik. Kejadian satu. Setiap kali firman diucapkan, Roh Kudus bekerja, sesuatu terjadi. Amin. Firman diucapkan, jadilah terang. Jadilah terang. Firman diucapkan, jadilah cakrawala. Jadi cakrawala. Dan Alkitab berkata, setiap kali firman menjadikan diucapkan Roh Kudus menjadikan sesuatu belum sempurna. Saya bukan katakan tidak sempurna, tapi belum sempurna. Tapi Tuhan menilai sudah baik, bertambah baik, bertambah baik sampai satu hari sungguh amat baik. Dan inilah saya doakan malam ini baik. Amin. Kalau saudara datang besok malam lagi, lebih baik lagi. Amin. Saudara datang lagi besok, lebih baik lagi. Dan akhir daripada KKR ini, pada hari Pentakosta, saya berdoa, ada banyak di antara saudara melihat sudah sungguh amat baik. [musik] Kenapa? Karena di sini ditaburkan firman Tuhan. Yes. Amin. Firman Tuhan tambah Roh Kudus itu adalah perubahan yang luar biasa. Amin. Haleluya. Kalau apa namanya ee eh eh PowerPoint saya sedikit teologia, bahasa-bahasanya jangan terganggu oleh itu. Haleluya. Ee dengarkan aja saya bahasa saya lebih lebih kampungan daripada bahasa yang di apa saya itu ya. Walau memang itu saya juga yang buat tapi ya ya kita mau yang senang-senang aja di sini. Haleluya. Itu untuk gereja saya supaya mereka yang stres di sini semuanya sukacita. Haleluya.
- Segment 24: 27:30 - 30:00 Haleluya. [tertawa] Memang enak kalau di gereja orang saudara enggak ada tanggung jawabnya apa-apa biar bro yang ngurus. [tertawa] Yang sukacita katakan amin. Amin. Nah, Saudara jadi apa yang jadi apa yang perlu firman. Apa yang kita lakukan pada firman ada empat hal. Nomor satu cinta
- Segment 25: 30:00 - 32:30 kepada firman. Amin. Amin. Amin. Nah, sekarang siapa yang sudah baca Alkitab hari ini? Angkat tangan. Nah, bagus. Turunkan tangan saudara. Ya, saya enggak mau bilang siapa yang belum. Nanti saudara dilema. [tertawa] Angkat tangan ketahuan berdosa. Enggak angkat tangan nambah dosa. Jadi, ya sudah enggak apa-apa. [tertawa] Tapi saya mau katakan pada saudara, berapa banyak yang pernah jatuh cinta? Oh, kasihan sedikit sekali di Bro, tolonglah. Bagaimana jemaat, Bro? Ini sedikit sekali yang pernah jatuh cinta. [tertawa] Saya dalam hal ini saya menang, Bro. Jemaat saya semua jatuh cinta. Setidaknya kepada saya, Bro. Walaupun banyak yang dikecewakan. [tertawa] Anyway, dengarkan baik-baik. Kalau orang jatuh cinta, rasanya pengin nelepon terus. Betul atau tidak? Betul. [berteriak] Aduh, sayang yang enggak penting-ngak ditanyain, "Bang, udah makan, Bang?" Emangnya apa urusanmu? Dia sudah makan atau belum? Lu sendiri sudah makan belum? Lagi ngapain, Dik? Apa urusannya nanya? Ng ngapain? Emangnya mamnya? Emangnya bapaknya? Tapi begitulah namanya orang jatuh cinta. Nah, seharusnya kalau namanya cinta pada firman, sedikit-sedikit pengin tahu firman. Haleluya. Haleluya. Amin. Tapi kalau masih ada yang berkata kalau Pak Gijon Munte itu khotbah lama betul, hah bahaya. Saya tahu kalau Pak Jonathan 45 menit, Ibu Nita 44 menit setengah. Kalau saya saudara itu baru pembukaan preambul. Amin. Sayang. Cintai firman. Haleluya. Nomor dua, nikmati firman. Ada ayat-ayatnya nanti semua saudara bisa lihat. Haleluya. Nikmati. Nikmati kita begini. Haleluya. Amin. Nikmati. Jangan dikritik. Apa pendetanya
- Segment 26: 30:00 - 32:30 ngantuk? Ya, kalau ngantuk tidur. Kan ada di Alkitab tidur di kaki Tuhan. Sayang jangan sibukkan. Nikmati firman Tuhan. Haleluya. Ada memang pendeta yang asyik, ada pendeta yang kurang asyik. Tapi bukan dia yang saudara nikmati, firmannya yang saudara nikmati. Ada yang pendetanya asik, asik betul. Senang kita ketawa, kita ngaka, wah
- Segment 27: 32:30 - 35:00 terberkati saya pulang. Aduh, begitulah seharusnya kalau berkhotbah. Lalu ditanya, "Apa isinya?" Ah ah ee pokoknya saya terberkati. I apa berkatnya, Bu? tadi ee mengenai dunia-dunia tadi dikatakan oleh Pak Gidon itu ya saya kurang ya tapi saya terberkati kok. Iya Bu. Apa berkatnya ya? Pokoknya Roh Kuduslah Roh Kudus. Roh Kudus ya Roh Kudus pokoknya tadi saya didoakan saya bahasa roh pokoknya terberkatilah. Maunya sering-sering lah Pak Gido datang kalau bisa setiap minggu datang karena saya terberkati sayang. Bukan begitu. Yang mengerti katakan amin. Amin. Cintai nikmati. Amin. Kalau dinikmati, saudara bisa kasih tahu bagaimana itu. Saudara menikmati kopi, pencinta kopi di sini tahu dia kopinya, harumnya, rasanya. Saya waktu jumpa sama seorang penikmat kopi, dia katakan, "Aku enggak gitu suka kopi ini. Aku suka kopi ini. Ada asamnya. Saya saya bukan pencinta kopi makanya saya tidak tahu. Dia berkata ada asamnya. Kopi kan pahit kok bisa ada asamnya. Saya katakan ada asamnya. Kebetulan dia juga bartender. Dia bartender, pencinta kopi dan juga seorang anak pendeta. Pastor saya buatkan. Lalu dia buat sama saya tiga. Dia taruh dan dia berkata, "Yang ini pahit betul, Pastor. Dan yang ini ringan dan yang ini ada asamnya. Saya mulai daripada yang ringan." Hm. Bagaimana? Hm. Coba bandingi. Saya ambil yang berat. Bagaimana? Terasa. Saya katakan terasa. sama saya terasa pahitnya. Coba yang asamnya, Pastor. Ah, terasa asamnya. Hmm. Dia belakangan datang asamnya pastor katanya. Sampai saya di rumah asamnya belum datang juga.
- Segment 28: 32:30 - 35:00 Sampai hari ini saya belum menerima kedatangan [tertawa] si Asam. Sudah hampir 5 tahun tunggu-tunggu
- Segment 29: 35:00 - 37:30 sayang. Penikmat kopi tahu. Tapi kalau engkau tidak menikmati kau tak tahu. Bagimu semua firman Tuhan. Aduh, udah jam firman lagi. Ginilah orang Kristen ini kalau lagi beruntung dapat pendeta yang cepat khotbahnya. Kalau lebih beruntung lagi enggak ada khotbah. [tertawa] Oh, kiranya Tuhan mengampuni jiwamu nakku. [menghela napas] Nikmati. Haleluya. Dan kemudian patuhi, lakukan, kerjakan. Amin. Amin. Berbahagialah orang yang mendengar dan melakukan firman. Dia akan menjadi seperti orang yang membangun rumahnya di atas batu karang yang teguh. Alasan batu karang. Amin. Kenapa engkau tidak bahagia? Karena engkau hanya dengar tapi tidak lakukan. Lakukan firman. Yang setuju katakan amin. Nomor empat, perkatakan firman. Yang sukacita katakan amin. Nah, sekarang Roh Kudus dan firman apa yang ditunggu Roh Kudus? Firman yang ditunggunya. Sekarang saya sudah beritahukan banyak ayat Alkitab, firman pada saudara. Amin. Sekarang kita cerita Roh Kudus supaya malam ini semua pulang dengan perubahan. Amin. Yohanes 1 ayat 4. Di dalam Dia ada hidup. Hidup itu adalah terang manusia. Di dalam Dia tadi nomor satu tadi kita lihat Dia adalah firman. Sekarang Ibrani 12 ayat 29. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. Dengan kata lain, kalau kita gabung dua ayat ini, dia berkata begini. Di dalam api yang menghanguskan ada hidup. Dan hidup itu adalah terang manusia. Di dalam Allah kita, di dalam api yang menghanguskan ada hidup. Di dalam api Rohul Kudus, Yesus satu-satunya yang bisa membaptis kita dengan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis berkata dalam Matius 3 ayat 11, "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan. Tetapi Ia yang datang
- Segment 30: 35:00 - 37:30 kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutnya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Rohol Kudus dan api." Amin. Amin. Kata baptis di sini diambil dari bahasa aslinya itu baptiso. Baptiso artinya ditenggelamkan, dikuburkan. Ditenggelamkan artinya sayang. Hm.
- Segment 31: 37:30 - 40:00 Enggak ada lagi yang kelihatan dikuburkan artinya terbenam jadi bawah. Adakah saudara lihat orang yang dikuburkan tangannya masih nongol di atas yang menyapa semua hadirin yang sedang bersedih hati atau karena cintanya kepada orang tuanya yang baru meninggal. Maka dia memohon dengan sangat, "Kami mau mengenang Bapak Kami, tolonglah dikuburkan dari leher ke bawah aja." Enggak ada. Semua tengge tenggelam. Nah, itu dia. Nah, dengar baik-baik. Ketika kain warna putih bukan dicelupkan, ditenggelamkan ke dalam cat warna merah, dia diangkat keluar. Kain itu sudah berubah. Dia tidak putih lagi, tetapi dia sudah jadi merah. Itulah baptiso. Malam ini saya berdoa, ada Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus dan api. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Haleluya. Sehingga kita keluar sudah berubah. [terkesiap] Sudah berubah. Pegang dada saudara. Katakan, "Saya mau diobahkan. Saya mau diobahkan." Baptiskanlah saya ya Tuhan dengan Rohol Kudus dalam nama Yesaya berdoa. Jadilah, jadilah, jadilah dan jadilah. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Roh Kudus dan api adalah bagian yang tidak terpisahkan. Nah, sekarang Tuhan Yesus mau menyalakan kita. Dalam Lukas 12 ayat 49 dikatakan, "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan api itu telah menyala. Saya punya satu firman Tuhan yang bagus ini. Intinya saya beritahukan padamu. Di alam rohnya ada dua api. Semua berkata, "Dua api." Dan salah satu dari dua ini pasti akan datang padamu. Amin. Apa yang dua itu? Satu api dari surga namanya api Roh Kudus. Yang kedua api neraka.
- Segment 32: 37:30 - 40:00 Saya punya banyak ayat Alkitab. Udahlah sayang, walaupun aku ngomongnya urakan kayak gini, ini hanya kalau aku diundang aja ke sana kemari supaya kalian ketawa. Karena begini, kalau aku diundang, kalian pulang-pulang bingung nanti disuruh di Pak Jo buat angket, kalian akan buat. Kami enggak suka pendeta Gion
- Segment 33: 40:00 - 42:30 Munte. Asal dia datang, pulang-pulang kami semuanya makan paramex. Kalau saudara ketawa, saudara akan bilang, "Kami senang, Pak Gideon Munte." Artinya saudara diberkati. Amin. Haleluya. Jadi sudahlah walau saya ngomongnya kayak gini, ada tiga gelar doktorku. Ada tiga gelar masterku. Ya, master orang Batak. Master ya. Master. Master kan begitu ya. Rupanya master silalahi namanya. Itulah kalau kami orang Batak hebat-hebat ya saudara ya. Ada satu orang namanya Sadrah. Dia adalah pengatur sound system kita, Saudara. Zaman dahulu enggak ada HT. Jadi kalau ada trouble dengan sound system, kita teriak. Orang Batak biasa kayak gitu teriak, "Eh, Ucok kan gitu ya kan, Saudara ya." Jadi waktu ada trouble dengan sound system, saya teriak ke belakang. Saya katakan, "Bangsat, bangsat." Satu gereja ngelihat Bapak waktu itu saya masih belum gembala. Anak gembala. Saya anak gembala ngomongnya kok kayak gitu. Puji Tuhan bangsat tadi menyut [tertawa] ke mana cerita-cerita aku ini? Dalam nama Yesus semua roh-roh yang mengganggu pergi. Dalam nama Yesus [tertawa] hanya dua api. Kalau tidak api apiwi, api Roh Kudus itu pasti api neraka. Nanti kita akan cerita mengenai itu. Tapi malam ini doa saya Yesus mau melemparkan api. Tangkap dalam nama Yesus. Pulang dengan kepenuhan api. Amin. Tuhan kita ada dalam bisnis menyalakan dia tidak mematikan. Apa artinya? Kalau kita sedang kurang semangat, kurang api, Tuhan mau nyalakan hari ini. Yesaya 42 ayat 3. Bulu yang patah dan berkulai tidak akan diputuskannya. Sumbu yang pudar nyalanya ia tidak akan padamkan. Tapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Amin. Saudaraku, saya berdoa supaya saudara pulang menyala kembali.
- Segment 34: 40:00 - 42:30 Yang putus asa dapat harapan baru. Yang sakit disembuhkan, yang stres mengalami kelegaan. Yang terikat dibebaskan. Jadilah, jadilah, jadilah, dan jadilah bagi kita semuanya. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Amin. Amin. Nah, sekarang kita melihat bahwa ketika murid-murid menunggu di ruang atas, jawaban surga adalah dengan memberikan
- Segment 35: 42:30 - 45:00 api Rohol Kudus. Nah, Saudara, yang datang pada waktu mereka tunggu adalah lidah. Dikatakan saudara pasal 2 Kisah Rasul ayat 3, tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api. Saya lihat di semua terjemahan dikatakan memang lidah seperti nyala api. Dahulu saya berpikir bahwa yang tampak kepada mereka adalah lidah api. Bukan sayang lidah. Tapi seperti nyala api. Maka saya bingung kenapa mesti lidah? Kenapa tidak dikatakan tampaklah kepada mereka mata-mata seperti nyala api [tertawa] atau telinga-telinga atau mungkin bokong-bokong? [tertawa] Ah, enggak mungkinlah bokong saudara ya. Terlalu menghina. Ampun aku Tuhan dalam nama Yesus ya saudara yang kasih dalam nama Yesus. Kenapa enggak dikata, kenapa mesti lidah? Karena sambungannya dikatakan, Saudara, bahwa setelah itu maka mulailah mereka berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru. Haleluya. Saya mau bicara pada saudara, saya terus terang. Tadi kami baru bicara dengan ibu-ibu Susan tadi. Kenapa ada gereja-gereja, ada satu gereja yang sibuk sekali menentang tentang bahasa roh. Sederhananya begini, memang dari awalnya aliran mereka enggak seperti kita. Ini kita ini pantosta. Pantosta karismatik itu, Saudara, dari Armenianisme. Tapi kalau namanya gereja mereka itu datang dari Kalvinisme. Dan mereka punya ajaran yang jauh berbeda dengan kita. [menghela napas] Haleluya. Tapi dua-dua percaya Yesus. Kita basudara, tang basudara semua ya. Jadi kita tidak mengkritik mereka. Kalau mereka mau mengkritik kita, itu urusan mereka. Haleluya. Amin. Jadi kita enggak usah membicarakan tentang mereka, tapi supaya saudara jangan bingung.
- Segment 36: 42:30 - 45:00 Amin. Jadi yang mana yang benar, Pak Pendeta? Yang mana begini, yang benar itu dilihat dari buahnya. Amin. Kalau saya berkata ada Roh Kudus, tapi tidak ada yang penuh Roh Kudus di sini, berarti saya salah. Sudah habis perkara. Kalau saya berdoa nanti tidak ada yang terima mukjizat, semuanya bodoh-bodoh,
- Segment 37: 45:00 - 47:30 pauk-pauk, bingung-bingung, pulang nanti saudara. Ah, itu sudah besok-besok saudara enggak usah lagi diundang saya. Amin. Amin. Amin. Karena jelas kalau namanya kesembuhan pasti bukan saya yang menyembuhkan. Berarti ada Tuhan di situ. Kalau namanya hidup baru, kalau namanya harapan baru, saya tidak bisa memberikannya pada saudara. Haleluya. Haleluya. Kalau uang bisa saya berikan, tapi saya enggak mau berikan pada saudara. Itu aja, ya. Nah, makanya saya punya satu hiburan pada saudara, yaitu apa? Tuhan kita adalah Tuhan yang mampu dan mau. Dia mau baptiskan saudara. Malam ini saya berdoa ada buahnya dan saudara pulang dengan kuasa Tuhan. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Jelas ada buahnya. Petrus yang tadinya penakut tidak takut lagi. Mereka yang tadi yang bersembunyi mengunci pintu sekarang mereka itu, Saudara mereka itu sekarang bersaksi. Dan apa yang terjadi? Bahwa lidah surgawi dihubungkan dengan lidah kita. Maka mereka bahasa roh. Haleluya. Haleluya. Dan begitulah cara Tuhan mengobahkan saudara. Amin. Amin. Nah, sekarang dengarkan baik-baik. Oh, yang ini jangan. Enggak usah. Oke. Oh, baiklah. Saya bilang, "Kita semua sekarang sedang menantikan janji Bapa." Amin. Setiap janji Bapa pasti akan membukakan perubahan pada kita. Alkitab berkata bahwa Tuhan berkata, "Tinggallah di Yerusalem menantikan janji Bapa." Ada janji kesembuhan, ada janji berkat melimpah, ada janji masa depan yang cerah. Kita nantikan dan Tuhan memberikannya ketika Roh Kudus datang. Ayat Alkitab berkata begini. Kalau engkau Bapak dunia ini tahu yang terbaik
- Segment 38: 45:00 - 47:30 bagi anak-anakmu, apalagi Bapa di surga, dia akan memberikan Roh Kudus kepada orang yang meminta kepadanya. Kenapa? Karena dengan menerima Roh Kudus, kita menerima semua yang sudah disediakan bagi kita. 2 Korintus 1 ayat 22. memeteraikan tanda miliknya atas kita dan memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang disediakannya bagi kita. Itu sebabnya sayang ketika kita penuh dengan Roh Kudus, ketika kita berbahasa roh, maka akan lebih banyak
- Segment 39: 47:30 - 50:00 kemungkinan kita menerima janji Tuhan di atas hidup kita. Boleh kita berikan tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Haleluya. Nah, sekarang saya bawakan satu cerita dan setelah itu saya akan simpulkan dengan cepat. Haleluya. Waktu pertama sekali saya datang ke Jogja. Sudah lama sekali ya, Baru 20 tahun yang lalu saya datang ke Jogja, Saudara. Dan Tuhan Yesus selalu baik, Saudara. Dia selalu menyertai saya dengan banyak tanda ajaib mukjizat sampai hari ini pun terima kasih Tuhan. Amin. Saya enggak ada ngandalkan apapun. Saya hanya mengandalkan Roh Kudus. E ketika, Saudara, waktu bukan satu ketika, waktu itu saya berdoa bagi orang sakit. Lalu banyak orang maju ke depan. Saya berdoa, banyak orang sembuh. Saya ingat ada satu orang bapak dia datang pada saya, "H" kata. "Wah, saya pikir ini mau nyerang atau mau apa karena enggak jelas." Hah ha. Lalu saya katakan, "Kita orang Batak, kita enggak takut apapun. Kalau macam-macam kita makan nanti dia." Haleluya. Tapi jangan takut, sekarang orang Batak enggak makan manusia lagi. Sudah banyak gantinya. Ada babi panggang, ada babi goreng dan lain sebagainya. Haleluya. Ya. Saya katakan, "Ada apa, Pak?" Hah hah ah. katanya rupanya tuli. Nah, singkat cerita saya letakkan tangan saya lepas l tiba-tiba saya pingir ada apa lagi [berteriak] saya baru tahu kalau orang tuli, dia pasti ngomongnya enggak jelas. Betul kan, Saudara? Ya, karena dia enggak pernah dengar sua hari itu dia dengar sound system begitu keras. Makanya dia mundur. [berteriak] Dia mendengar hari itu dan saya semangat betul dan banyak orang yang saya doakan sembuh. Tiba pada satu orang bapak
- Segment 40: 47:30 - 50:00 dia buta. Lalu saya doa untuk dia. Dia doa, doa, doa. Saya katakan lihat berapa, Pak? Ya, begini aja berapa, Pak? berapa, Pak? Nah, duakan lagi. Dalam nama Yesus
- Segment 41: 50:00 - 52:30 sembuh melihat dalam nama Yesus. Kemuliaan bagi Tuhan. Bilur Yesus menyembuhkan dalam nama Yesus. Amin. Saya ambil satu tangan. Lihat, Pak. Lihat, Pak. Tangkap Pak. Namanya punya pendeta. Banyak aja akalnya. Kan begitu, Saudara, ya. Besok masih ada KKR kita. Besok saya doakan Bapak pasti sembuh dalam hati saya dengan satu doa besok yang enggak datang. Eh, kita ini manusia, sayang. Jadi, pendeta pun banyak pikiran anehnya. Jadi, apalagi yang mengancam. Semua kita enggak suka diancam. Yang mengerti katakan amin. Semua kita enggak suka gagal. Jadi, jangan kalian pikir pendeta ini seperti kalian maunya kalian aja ditolong. Kami juga perlu ditolong sekali-sekali, Bah. Amin. Amin. Ya, saya katakan besok datang. Iya, Pastor. Telamati saya Tuhan. Kiranya surga membuat halangan sedemikian hebatnya. Saya baru tahu rupanya Tuhan kita mencabut halangan bukan membuat halangan. Saya besok kita kakir jam.00, jam. Dia sudah muncul di gereja. Oh, Yesus. Sekretaris gereja menelepon saya. Saya masih tenang-tenang doa sambil tidur-tiduran ditelepon Pak Gideion Munte. Saya katakan, "Ya, ada apa?" Ee Bapak ada janji? Saya katakan, "Saya hanya punya janji dengan Yesus." Enggak, Pak. Ini bukan Yesus. Saya yakin betul ini bukan Yesus yang datang di sini. Saya enggak punya janji dengan siapapun. Tapi kenapa dia bilang Bapak punya janji dengan dia? Loh, siapa yang berani-beranian bilang kayak gitu? Ada satu orang ibu, "Wah, saya enggak pernah janji sama istri orang." Saya katakan, [menghela napas] "Kalau perlu janji saya datangi suaminya." Enggak mungkin. Bukan, Pak.
- Segment 42: 50:00 - 52:30 Bukan itu maksud saya. Dia datang dengan satu orang bapak-bapak yang agak gemuk dan dia buta. Saya katakan, "Ya Tuhan." Jadi dia sudah datang. Iya, Pak. Dia sekarang ada di gereja. Ngapain dia? Sebentar saya lihat," katanya. Saya langsung berlutut berdoa di kamar hotel. Sementara sekretaris melihat saya katakan, "Tuhan, apa-apaan ini Tuhan?" [menghela napas] Lalu ditelepon lagi saya. Saya katakan,
- Segment 43: 52:30 - 55:00 "Ada kabar baik?" "Dia sudah pergi." Dia katakan, "Enggak, Pak. Dia lagi di gereja." Ngapain dia di gereja enggak ada orang, pendeta, enggak ada, pelayan juga belum ada. Jangan-jangan Tuhan juga belum hadir. Ngampin dia ada di situ? bilang suruh pulang aja tunggu nanti malam dia katakan dia di situ lagi bahasa roh Pak serius ya bahasa roh iya Pak dia bahasa roh siapa yang bahasa roh si ibu ibu itu apa bapak itu rupanya sepertinya anaknya Pak jadi anaknya berdoa untuk bapaknya basaro iya terus-terusan iya aduh Tuhan gimana lagi aku mau mengkritiknya sudah dia pakai roh kudus saya pakai roh Apa lagi yang lebih besar? Enggak ada lagi yang lebih besar daripada Roh Kudus. Jadi saya katakan sekarang ini Tuhan lakukan sesuatu buat aku enggak datang. Datanglah Tuhan segera dari surga supaya terangkat aku ke atas. Karena semalam aku sudah doa sungguh-sungguh. Kau tahu hatiku aku semalam sudah doa sungguh-sungguh tapi dia enggak sembuh. Jadi sekarang ini apaagi mau ku buuat? Enggak ada. Saya asal berdoa pada saudara dengan sepenuh hati selalu. Haleluya. Enggak ada. Makanya saya katakan semalam itu sudah kutumpahkan semua. [berteriak] Jadi apalagi bisa ku buuat lebihnya hari ini enggak ada lagi. Udah habis dah gua hari ini. Habiswa kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Gidion Monte. Haleluya. [tertawa] Oh Elohim Imanuel tolonglah aku. Datanglah dengan segera. Kalau bisa sebelum KKR Tuhan datang atau lagi KKR lagi khotbah datang. Apa ajaalah kayak mana pokoknya? Pokoknya Tuhan dua kalau dia enggak sembuh [mendengus] kau buat aku kayak Filipus. Maka tiba-tiba hilanglah pendeta Gijon Munte dan muncul di Amerika. Ah, gitu aja Tuhan. Jangan dekat-dekat kali Tuhan. Kalau aku di Jogja nanti
- Segment 44: 52:30 - 55:00 munculnya di Malioboro bisa dijemput Pak Jo lagi. Aku enggak mau [tertawa] dijemputnya. Serius saya doa kayak gitu. Mungkin saudara pikir lucu tapi aku betul-betul ketakutan. Saya datang ke Adam Ayam waktu itu ya, Bro ya. Gedung Adam Ayam. Langsung disambut sama sekretaris. Langsung dia bilang, "Pak, itu orang masih ada, Pak. Bapak mau diapain orang itu?" Saya pengin bilang pengin kali. Bilang, "Dibuh aja." Tapi kan enggak mungkin membunuh itu dosa.
- Segment 45: 55:00 - 57:30 Bapak mau ketemu sama dia loh. Saya enggak ada mau ketemu dia yang mau ketemu saya. Saya enggak apa-apa. Biar aja, biar aja, biar aja. Nanti Tuhan jamah itu namanya pendeta ngomong harus positif terus. Haleluya. Amin. Enggak apa-apa. Oh Tuhan. Saya pikir maunya saya bawa firman Tuhan, dia duduk di depan. Kira-kira seperti di situ tadi. Betapa terganggunya hati saya. Setiap kali saya mau berkata, "Malam ini saudara kan sembuh sembuh. Malam ini ada mukjizat. Susah betul saya malam itu." Saya bilang, "Tuhan tolonglah Tuhan." Betul, Saudara. Karena kita ini manusia. Amin, saudaraku. Karena memang bukan kecemungan. Enggak dari saya. Walau saya ber saya percaya betul. Maka akhir saya putuskan. Aku percaya sama Tuhan ajalah. Daripada aku galau kayak gini bagus kulibas saja. Gaspol git gas. Saya ganti gigi langsung gas. Lalu kemudian saya katakan, "Siapa yang sakit malam ini? Maju ke depan. Malam ini kita doa ada kesembuhan." Hati saya berkata, "Eh, hebat loh ya." Kata memang hebat dalam nama Yesus ada Yesus dalam saya. Let's go. Lalu dia yang pertama kali maju di depan dan memanglah anaknya itu betul-betul cinta bapaknya. Dia ambil tempat di depan pas di depan saya. Dia di depan saya. Saya pikir, "Bu, kalau mau bunuh saya enggak usah kayak gitu kali caranya. Kenapa enggak di ujung sana? Kenapa enggak di ujung sana? Kenapa mesti di depan ini?" Lalu begitu saya katakan, "Saya akan turun untuk berdoa." Dia langsung berkata, "Pak, Pak, entah apa pun yang aku bilang, yang penting dia enggak ngerti. Karena semalam dia ngerti gek ini kejadiannya." Bagus ya. Enggak ngerti. Saya doakan orang banyak yang sembuh. Saya pikir bosanlah dia.
- Segment 46: 55:00 - 57:30 Bosanlah dia. Pulanglah dia. Saya doakan [mendengus] kalau orang sembuh doang. Ih belum pulang juga. Serius. Tapi sepanjang ibadah dia bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh,
- Segment 47: 57:30 - 60:00 bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh. Waktu kita berdoa, si anak tompangkan tangan bahasa roh. Tompangkan tangan bahasa roh. Saya enggak berani dekat pun, tapi saya lihat bahasa roh terus bahasa roh. Lalu kemudian saya katakan, "Siapa lagi mau didoakan? Maju ke depan. 10 orang mau didoakan di antara 10 itu dia ada Tuhan Yesus saya pikir saya ambil tempat dari yang paling panjang sebelum dia. Kalau saudara mengerti maksud saya misalnya dia kalau dari sini nomor dua, dari sini nomor 8 saya ambil dari sana. Haleluya. [tertawa] Saya bilang sembuh. Sembuh pula haleluya sembuh. Sembuh pula haleluya sembuh. sampai setelah satu orang saya bilang Tuhan dari tadi ini semuanya sembuh janganlah pecah rekordku di sini enggak sembuh. Jadi, jadi tolonglah Tuhan supaya namamu dimuliakan. Sembuh juga dia. Lalu tibalah yang sebelah sini sembuh doakan sembuh. Tibalah dia. Ee ini Pak, Bapak janji Pak katanya hari ini sembuh. I am saya janji ya. Ee untuk itu karena spesial yang paling terakhir ya. yang paling terakhir ini. Ini kejadian, Saudara. Betul. Kejadian. Bukan keluaran, bukan imamat, bukan bilangan kejadian. Haleluya. Lalu kemudian saudara saya doakan yang nomor 9 sembuh. Yang ini enggak mau pulang. [menghela napas] Tapi si ibu bahasa roh. Saya sudah enggak sanggup lagi berdoa. Saya ambil sapu tangan saya. Saya bilang, "Bapak tangkap sapu tangan saya. Saya naikkan ke atas." Seperti kemarin lagi kejadiannya. Saya bilang, "Dalam nama Yesus." Melihat, Pak. Dalam nama Yesus saya angkat lagi ke atas. Lagi kemarin juga sudah dua kali saya bilang, "Kalau yang ketiga ini enggak naik, enggak ditangkapnya Tuhan. Hattrick ini, Tuhan. [tertawa] hattrick. Aku pun sudah tak tahu lagi. Masa sepanjang malam kita tangkap, Pak. Tangkap Pak, tangkap Pak.
- Segment 48: 57:30 - 60:00 Mau berapa kali lagi mau k buat kan begitu kan mas ayo mari Pak ya. Tangkap tangkap belum bisa, Pak. Ayo diusahakan Pak.
- Segment 49: 60:00 - 62:30 Enggak mungkin toh saya bilang, "Tuhan sekali lagi kalau enggak sudah enggak tahu lagiah aku." Saya angkat tangkap, Pak. Tiba-tiba si Bapak tangkap itu sapu tangan kemuliaan bagi nama Tuhan. Oh, saya senyum-senyum langsung Tuhan berkata, "Bukan karena kau bodoh." Kata Tuhan, "Jangan kau bergaya," kata Tuhan. macam-macam kau itu karena anaknya terus-menerus memohon padaku dengan keluhan-keluhan yang tak terkatakan. Amin. Amin. [musik] Saya tutup begini. Alkitab [berdehem] berkata, "Ada apamu? Ada ada masalahmu, ada kerinduanmu. Alkitab berkata, "Nyatakanlah segala sesuatu dalam doa, permohonan, ucapan syukur." Makanya kalau kita berdoa mengeluh, enggak dijawab Tuhan. Karena enggak ada itu mengeluh. Doa permohonan dan mengeluh enggak ada ya? Atau mengeluh permohonan dan ucapan syukur. Bagaimana orang bisa mengeluh sambil mengucap syukur? Terima kasih Tuhan, sakit sekali kurasain. Oh, besarlah nama-Mu Tuhan. Hampir mati aku ini. Enggak mungkin. Yang mengerti katakan amin. Amin. Nah, sekarang dengarkan baik-baik. Haleluya. Mereka sudah datang memperingatkan saya. Kami mau makan malam. Kami ini, Pak Pendeta. Tenang, Bro. Tadi pun aku belum makan. Silakan enggak apa-apa, ya. Haleluya. Doa permohonan dan ucapan syukur. Betul sampai di sini mengerti? Lalu Alkitab berkata begini. Alkitab berkata bahwa Roh Kudus tidak membantu kita dalam berdoa sebab kita tidak tahu bagaimana caranya harus berdoa. Saudara pernah sampai pada satu titik dalam hidupmu yang mana saya beberapa kali sampai di situ? di mana ketika engkau
- Segment 50: 60:00 - 62:30 mau berdoa terlalu banyak di dalam hati ini sehingga enggak tahu lagi mau ngomong apa. Saya mau beritahu pada saudara, orangor enggak bisa ngomong itu karena
- Segment 51: 62:30 - 65:00 tiga perkara. Nomor satu karena memang dia enggak tahu apa mau diomongi. Bodoh. Makanya Alkitab berkata, "Kalau kau diam aja, kau kelihatan pintar padahal bodoh." Jadi kalau saudara enggak ngerti apapun, enggak tahu apa mau diomongi, pasti diam. H dalam hati apa yang kalian bilang ini semua? Hm. Itu aja. Nomor dua, karena saya katakan tadi terlalu banyak dalam hati ini sehingga ketika kita mau berdoa, ah saya berapa kali kayak gitu. Nomor tiga, kenapa orang enggak bisa ngomong? Karena bisu. [tertawa] Dia mau ngomong pun memang enggak bisa ngomong sejak awalnya. Anyway, di situlah guna Roh Kudus. Amin. Nah, dengar baik-baik. Dia berbicara kepada Bapa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Nah, sekarang banyak orang berpikir bahwa Roh Kudus bicara sama Bapa dengan keluhan yang tak terucapkan. Bukan. Kita yang enggak boleh mengucapkan itu. Kita enggak boleh bilang sakit. Keluhan kita yang tak terucapkan. Tapi roh bisa bicara. Amin. Dan kalau roh bicara, dia pakai kita. Itu sebabnya lidah surgawi yang turun. Bukan mata api, bukan telinga api. Supaya saudara ingat bokong api, bukan. Tapi lidah seperti api. Supaya dia gabung dengan lidah kita. Sehingga ketika kita enggak sanggup lagi bicara di situ, Roh Kudus ambil alih. [tertawa] Dan Alkitab berkata, "Bapa yang mengenal hati manusia mengerti maksud roh itu." Huh. Itu yang buat saya
- Segment 52: 62:30 - 65:00 enggak tahan. Engkau mungkin enggak ngerti. Hanya hatimu yang teriak.
- Segment 53: 65:00 - 67:30 Tapi Bapak mengerti itu sebab yang namanya bahasa roh. [mendengus] Itu yang banyak dikritik oleh orang yang enggak ngerti. Tapi saya mau beritahu pada saudara sebagai penutup apa itu bahasa? Bahasa itu menurut kamus Webster, according to Mariam Webster language is an originally developed system of communication used by group of humans comprising words, pronunciation, written representation and method of combin combining them. It is defined a systematic means of conveying ideas or feeling through conv conventionalized sign sign sound gestures of or marks. Dalam bahasa Indonesia, bahasa adalah sebuah alat untuk mengkomunikasikan gagasan atau perasaan secara sistematis melalui penggunaan tanda, suara gerak atau tanda-tanda yang disepakati yang memiliki makna untuk dapat dipahami. Dalam singkatnya apa yang dikatakan Miriam Wster ini adalah bahasa adalah sebuah alat, suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan atau perasaan untuk memberikan pemahaman kepada yang dituju. Kenapa namanya bahasa roh? Karena buku Roma mengatakan Bapa mengerti. Sekarang tadi saya ngomong, Saudara tepuk tangan untuk Tuhan. Saya ngomong saudara ketawa. Sekarang ini saya ngomong saudara diam. Ada reaksi. Reaksi yang tepat karena saudara mengerti apa yang saya katakan. Reaksi yang tepat karena Anda mengerti, paham apa yang saya maksudkan. Allah mengerti maksud roh ketika saudara gak tahan lagi. Aku enggak bisa mengeluh Tuhan, tapi aku bisa kuram
- Segment 54: 67:30 - 70:00 Allah mengerti dari situ ada reaksi surga yang tepat [tertawa] bagimu, bagimu, bagimu, bagimu, bagimu, bagi saya juga. Boleh kita berikan tepuk tangan lebih meriah lagi. Boleh lebih meriah lagi. Boleh lebih meriah lagi untuk Tuhan. Itu sebabnya dalam satu ibadah yang penuh Roh Kudus, engkau boleh datang dengan berbagai latar belakang dan berbagai kebutuhan. Tapi setelah kau berbahasa roh, engkau boleh pulang dengan kelegaan. Amin. Semua kita bisa memiliki reaksi surga yang tepat pada malam ini. Amin. Amin. Amin. Saya mau berdoa. Ada dua hal yang mau saya katakan. Nomor satu, ada banyak yang akan mendapat reaksi surga yang tepat malam ini. Tapi ada beberapa yang didapatnya malam malam berikutnya. Saya tadi ceritakan cerita ini pada saudara. Hari pertama dia tidak dapat, tapi hari kedua dia bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh. Bahasa roh, bahasa roh, bahasa roh. Dari jam.00 dia bahasa roh. Saya lihat sepanjang saya bawa firman Tuhan, dia bahasa roh. Saya ada keluhan yang memang enggak bisa kita ucapkan. Kita enggak bisa berkata, "Bapakku ini buta ya Tuhan. Enggak dilihatnya apapun. Mau kayak mana. Kasihanlah dia Tuhan. Mengeluh enggak bisa. Tapi kita bisa saturi Allah yang mengenal hati manusia, mengerti maksud roh itu bahwa dia sedang berdoa bagi orang yang dikuduskan Tuhan. Dia sedang berdoa bagimu. Dia sedang berdoa bagimu. Bagimu. Engkau enggak bisa berkata usahaku mandek Tuhan itu mengeluh. Tapi kau bisa berkata, saya berdoa sebelum nanti bulan ini berakhir, ada sesuatu yang baik [musik] dikerjakan Tuhan bagi usahamu.
- Segment 55: 67:30 - 70:00 Adakah saudara merindukan Roh Kudus? Malam ini jawabannya pada Roh Kudus ada perubahan karena firman dan Roh Kudus. Malam ini firman sudah diberikan. Ayat-ayat banyak saya berikan pada
- Segment 56: 70:00 - 72:30 saudara. Amin. Cintai firman, nikmati firman. Saya percaya saudara menikmati firman karena dari tadi saudara rata-rata masih di sini semuanya. Amin. Dan kemudian saudara lakukan firman. Dan kemudian [musik] setelah itu kita perkatakan firman. Lalu kita semua penuh Roh Kudus, bahasa roh. Besok saya akan bawa pada saudara lebih lagi. Kita mau bicara bagaimana kuasa Tuhan turun bagi saudara. Kalau Tuhan izinkan, saya mau bicara mengenai bagaimana cara memanggil api Tuhan. Haleluya. Mari kita bangkit berdiri semuanya. Seperti biasanya saya akan berdoa yang pertama sekali untuk doa keampunan dosa. Amin. Firman Tuhan berkata, "Bukan tangan Tuhan kurang panjang untuk menolong engkau. Bukan telinganya terlalu peka untuk mendengar doamu, tetapi dosamu itu bagaikan didik pemisah antara Aku dengan Engkau." Malam ini kita hancurkan dosa, hancurkan tembok dosa itu. Mari kita sama-sama berdoa. Mari kita rendahkan hati kepada Tuhan. Boleh kita taruh tangan kiri kita di dada, tanda kita membuka hati. Boleh kita angkat tangan kanan kita ke atas sama-sama kita berkata, "Oh Tuhan Yesus, oh Tuhan [musik] Yesus, saya percaya pada-Mu. Saya percaya pada saya butuh Engkau. Saya butuh Engkau." Masuklah dalam hati saya. Masuklah dalam hati saya. Jadilah Tuhan saya. Jadilah Tuhan saya. Juru selamat saya. Juru selamat saya. [musik] Penolong saya. Penolong saya. Penebus saya. Penebus saya. Ampunilah dosa-dosa saya. Ampunilah dosa-dosa [musik] saya. Sucikanlah saya. Sucikanlah saya. Dengan darah Yesus. Darah Yesus. Saat ini [musik] saat ini
- Segment 57: 70:00 - 72:30 saya lahir baru. Saya lahir baru. Saya jadi anak Bapa surgawi. Saya jadi anak. Saya berjanji ya Tuhan. Saya ikut Tuhan Yesus. Saya ikut Tuhan Yesus seumur hidup saya. Seumur hidup saya. Di dalam nama Yesus. Dalam nama Yesus saya lahir baru. Saya lahir baru. Tuhan Yesus yang baik. Tuhan Yesus yang baik. Baptiskanlah saya. Baptiskanlah saya dengan Roh Kudus. dengan Roh Kudus. Tenggelamkanlah saya. Tenggelamkanlah saya dalam kuasa Roh Kudus. Malam ini malam ini saya dibangkitkan saya dibangkitkan penuh kemuliaan Tuhan. penuh kemuliaan Tuhan. Ada perubahan [musik] perubahan di dalam nama Yesus. Dalam nama Yesus. Hidup saya dipulihkan. Hidup saya dipulihkan. Jiwa [musik] saya dipulihkan. Jiwa saya dipulihkan. Hati saya diperbaharui. Hati saya diperbaharui. Tubuh saya dikuatkan. Tubuh saya dikuatkan. Dihidupkan [musik] dihidupkan oleh kuasa Roh Kudus.
- Segment 58: 72:30 - 75:00 malam ini ya Tuhan. Malam ini ya Tuhan. Saya sungguh percaya saya sungguh percaya Engkau Yesus Engkau Yesus pelaku mukjizat mukjizat. Engkau Yesus Engkau Yesus pembaptis [musik] dengan Roh Kudus. Pembaptis dengan Roh Kudus. Saya buka hati. Saya buka hati di dalam [musik] nama Yesus. Di dalam nama Yesus. Aku rindu Tuhan. Aku rindu Tuhan. Aku mau Tuhan, aku mau Tuhan [musik] datang padaku. Datang penuhkan aku, penuhkan dengan Roh Kudus. Saya mau bahasa roh. Saya mau bahasa roh [musik] di dalam nama Yesus. Di dalam nama Yesus, saya penuh Roh Kudus. Saya berbahasa roh. Maka dalam [musik] nama Yesus, basah roh di mana-mana. [musik] Bahasa ikuti yang bisa bahasa ikuti saya dari depan. Come on and clear. [musik] [musik] My Lord my Tuhan yang kubanggakan. [musik] Tuhan yang tidak pernah gagal. Tuhan yang mulia, Yesus, mulia nama-Mu. Pedukan dengan Roh Kudus baptisahlah [musik] ya Tuhan. [musik] [musik] [musik] My Lord my biar ada reaksi surgawi. Biar ada reaksi [musik] Bapa. [musik] [musik] Oh my [musik] Jesus myory Glory to your
- Segment 59: 75:00 - 77:30 glory to your name [musik] in the mighty name of Jesus. [musik] Thank you my Lord in the mighty name of Jesus I pray. Hallelujah. Hallelujah. Hallelujah. Thank [musik] you Jesus. Thank you Lord. Thank you Jesus. Now listen [musik] saya. Malam ini saya akan berdoa. Saya akan berdoa [musik] bagi saudara yang butuh didoakan. Saya adalah pelayan bagi saudara. Dengarkan. Tolong jangan kejar saya. [musik] Kejar Yesus. Saya mohon ada bantuan hamba-hamba Tuhan yang lain. Mereka sama diurapi [musik] seperti saya. Roh Tuhan bekerja pada mereka juga. Amin. Amin. Malam ini yang sakit [musik] ini malam kesembuhan. Amin. Ada reaksi Bapa yang tepat bagimu. Malam ini yang belum penuh Roh Kudus belum bisa basao. Malam ini saudara penuhlah dengan Roh Kudus. Amin. Buka hati. Minta. Jangan diam saja sayang. Karena kalau namanya orang berbahasa, dia harus ngomong. Bahasa Indonesia harus ngomong. [musik] English language you must speak it out also. Saya enggak tahu kayak mana bahasa Chinese ngomongnya, tapi sama semua bahasa harus ngomong. Demikian juga bahasa roh harus ngomong. Enggak bisa diam-diam saja. Jadi nomor satu buka hati, nomor dua minta, nomor tiga mulai ngomong, ikuti dulu. Dan Alkitab berkata, "Dari dalam [musik] dari dalam engkau akan keluar aliran-aliran air hidup. Jangan dilawan, jangan ditahan, biar dia mengalir. Ada yang silakan, ada yang silakan. Tapi malam ini dapatkan keindahan berbahasa roh.